Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryAug 28, '09 11:21 AM
for everyone
Peneman Curhat Si Patah Hati


Mencintai sesuatu yang benar-benar menjadi kesukaan terkadang bisa mengalahkan semuanya. Seperti baru-baru ini yang aku rasakan. Sekarang ini aku lebih menyukai kopi. Terlebih kopi mix. Minuman yang mengalahkan teh manis bahkan juicemix. minuman favoritku sebelumnya. Minuman peneman saat aku dikala menulis. Sungguh semua bisa dikalahkan secepat itu dengan minuman kesukaanku baru-baru ini. Kopi mix.


Entah kenapa tiba-tiba aku semakin menggilai kopi. Lebih tepatnya kopi mix. Aku sendiri juga tidak tahu. Padahal dalam keluargaku tak ada yang hobi dan suka kopi. Atau, jangan-jangan aku mengikuti jejak Mbak Surip yang hidupnya tidak jauh dari kopi. Hmm…lucu juga kalau aku bisa disamakan dan mengikuti kebiasaan almarhum menyukai kopi. Tapi masa iya? Aku bisa disamakan beliau. Padahal aku baru-baru ini menyukai minum kopi tidak sehobi beliau. Bahkan maniak! Tetapi aku tetap menyukai karya-karyanya yang fenomal itu. Singel “Tak Gendong dan Bangun Tidur“ yang membuat kutersenyum-senyum jika aku melihat dirinya sedang bernyanyi di layar kaca.



            Seperti saat itu aku bertamu ke rumah seorang kawan. Aku bertamu ke rumahnya untuk memberikan hadiah untuknya yang pernah aku janjikan. Sekaligus menceritakan soal asmaraku kepada seseorang yang ternyata telah membohongiku. Hingga membuat aku patah hati dan terpuruk dengan hal itu.


            “Mau minum apa, nih?” tanya kawanku menawarkan minuman kepadaku saat aku belum habis bercerita.


            “Hmm…apa, ya…”


            “Mau kopi apa teh manis?” lanjut kawanku itu saat aku belum habis menjawab.


            “Kopi mix aja deh. Nih, sudah dibeli dari warung depan,” jawabku.     


            Akhirnya aku pun bisa menikmati kopi mix hasil dari aku membeli di warung depan.


            Usai itu akhirnya aku pun bercerita lagi tentang masalah asmaraku kepada kawanku itu. “Dan ternyata perempuan itu hanya bersandiwara kepadaku hingga akhirnya aku tak percaya lagi kepada perempuan itu. Aku sudah melupakannya bahkan membencinya.” Begitu kataku kepada kawanku itu.


            Ia hanya tersenyum.


            “Sudahlah perempuan banyak. Memang dia saja perempuan di dunia ini. Mungkin dia bukan jodoh kamu. Sudahlah jangan patah hati seperti itu. Hadapi dengan tegar jangan cengeng!” tukas kawanku itu membuat aku seperti mendapatkan ‘doping’ kembali.


            Lama. Aku menceritakan masalah asmaraku kepada kawanku itu tiba-tiba aku merasakan haus kembali. Dan ternyata saat aku ingin kembali meminum minuman favoritku itu tak terasa sudah habis. Dan itu tak aku sadari saat aku bercerita kepada kawanku itu.



            “Ya, abisnya nih, kopinya. Bisa nambah, nggak, ya?”



            Nah, benarkan perempuan itu seperti kopi kalau habis ya buat lagi. Iyakan,” ucap kawanku lagi saat melihat cangkir kopiku sudah kosong. Dan kawanku itu pun langsung berlalu mengambil air panas untuk mengisi cangkirku yang kosong menuju ruang dapur. Sedangkan aku hanya tersenyum mengingat ucapannya itu.(*)



 

Ulujami—Pesanggrahan, 19 Agustus 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 


genkeis wrote on Aug 28, '09
ow, ikutan blogfam juga ya :D
saya juga, id saya di forum itu: ipin4u ^_^
tiarrahman wrote on Aug 28, '09
“Nah, benarkan perempuan itu seperti kopi kalau habis yang buat lagi. Iyakan,” ucap kawanku
bukan "yang" kali tapi "ya". jadi janggal kalimatnya.
astynich wrote on Aug 28, '09
Ah,,jadi mau ikutan lomba juga :D
Add a Comment